Pendahuluan


Pendahuluan

Beberapa bukti empiris telah menunjukkan, salah satunya adalah hasil penelitian dari David Mc Clelland bahwa kesejahteraan penduduk di suatu negara dipengaruhi oleh perkembangan ekonominya. Sementara itu perkembangan ekonomi ditentukan oleh sejauh mana penduduk negara tersebut mempunyai spirit kewirausahaan.

Spirit kewirausahaan tidak harus dilakukan dengan cara berwirausaha tetapi dapat ditumbuhkan dalam organisasi yang disebut sebagai intrapreneurship. Realitas memang menunjukkan kerancuan istilah kewirausahaan yang selalu dikonotasikan dengan berwirausaha (entrepreneurial) atau wirausahawan (entrepreneur). Oleh karenanya, perlu diperjelas pengertian ke-tiga istilah tersebut.

            Nama-nama besar seperti Mooryati Soedibyo yang memproduksi komestik tradisional secara modern, Tirto Utomo dengan penemuan air mineral, dan Bill Gates dengan Microsoft. Nama-nama tersebut dikenal sebagai entrepreneur (pengusaha). Mengapa mereka menjadi pengusaha yang sukses? Jika kita amati di sekeliling kita, maka akan kita dapatkan para pengusaha yang berjalan di tempat, tidak berkembang, dan kemungkinan akan mati. Mengapa ada entrepreneur yang sukses? Mengapa ada yang tidak sukses? Beberapa teori kewirausahaan akan dibahas dalam perkuliahan ini yaitu teori peluang dari ekonomi, teori kewirausahaan berdasarkan perspektif sosiologi, dan perspektif psikologis yang  menentukan pengusaha sukses atau tidak.

Proses pembelajaran kewirausahaan di Perguruan Tinggi tidak semata-mata diarahkan untuk berwirausaha saja tetapi berwirausaha yang sesuai dengan bidang ilmunya (relevansi). Dengan demikian dalam prespektif ini, yang menjadi fokus dalam kewirausahaan ini adalah upaya menemukan peluang, melakukan kajian, dan mengimplementasikan dalam pasar. Hal ini dikenal sebagai inovasi yaitu sebuah ide kreatif dan mengimplementasikannya, baik dalam bentuk produk, jasa,. atau proses bisnis yang lain. Kerangka berfikir inilah yang mendasari istilah Edupreneurship.

Inovasi di Perguruan Tinggi adalah kreativitas dalam bidang ilmu yang telah diimplementasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat baik secara sosial maupun ekomonis. Hal ini menjembatani antara hasil riset dengan peluang pasar.  Artinya bagaimana temuan-temuan hasil riset, dapat dipasarkan, dan diterima masyarakat. Hal ini sangat relevan dengan tujuan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai Universitas pengembang studi keislaman dan keilmuan.

Dengan pengertian ini menjadi sangat relavan ketika kewirausahaan dapat dilakukan baik di dalam organisasi maupun di luar organisasi, untuk dijadikan salah satu mata kuliah sebagai bekal mahasiswa ketika lulus. Khusus di Fakultas Sains dan Teknologi salah satu kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa adalah jiwa kepemimpinan dan berwirausaha seperti yang tertuang dalam kerangka dasar keilmuan dan pengembangan kurikulum serta kompetensi program studi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Download Di Sini
Share: